Bintan – Tiga pegawai Perpustakaan STAIN Sultan
Abdurrahman Kepulauan Riau mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan
Berbasis Konten Budaya Lokal Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bintan. Kegiatan ini berlangsung selama
tiga hari, yaitu pada 9, 11, dan 18 Juni 2026, sebagai upaya
meningkatkan kompetensi kepenulisan sekaligus mendorong lahirnya karya yang
mendokumentasikan kekayaan budaya lokal.
Peserta yang mewakili Perpustakaan STAIN Sultan Abdurrahman
Kepulauan Riau dalam kegiatan tersebut adalah Firdya Devanti Yasmine, S.Sos.
selaku Kepala Unit Perpustakaan, Santi Puji Astuti, S.Pd, dan Yuliana
Safitri.
Selama bimbingan teknis, peserta memperoleh materi mengenai
teknik penulisan, pengembangan ide, penyusunan naskah, penggalian data, hingga
strategi mengangkat potensi budaya lokal menjadi sebuah karya tulis yang
informatif dan bernilai. Materi disampaikan oleh narasumber Rendra
Setyadiharja, S.Sos., M.IP dan Ella Afnira, M.I.Kom, yang berbagi
pengalaman serta wawasan mengenai kepenulisan berbasis budaya lokal.
Salah satu luaran dari kegiatan ini adalah penyusunan naskah
bertema budaya lokal oleh setiap peserta. Setelah melalui proses pendampingan,
seluruh peserta berhasil menyelesaikan naskahnya masing-masing. Karya-karya
tersebut selanjutnya akan diproses untuk diterbitkan dalam bentuk buku sebagai
bagian dari upaya pelestarian dan dokumentasi budaya lokal.
Adapun judul karya yang disusun oleh peserta dari
Perpustakaan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau adalah sebagai berikut:
- Firdya
Devanti Jasmine, S.Sos. : Busana sebagai Bahasa Budaya Teluk Belanga
dan Kebaya Labuh di Tanah Melayu
- Santi
Puji Astuti, S.Pd. : Riuh Tawa di Tanah Lapang yang Perlahan Hilang
- Yuliana
Safitri : Gelas Bersejarah Laksamana Mengamok Sebagai Warisan Kuliner
Melayu
Keikutsertaan dalam Bimtek ini menjadi wujud komitmen
Perpustakaan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dalam mendukung
pengembangan budaya literasi, sekaligus berkontribusi dalam pelestarian budaya
daerah melalui karya tulis. Diharapkan, buku yang dihasilkan dapat menjadi
sumber informasi, referensi, dan dokumentasi yang bermanfaat bagi masyarakat,
serta memperkaya khazanah literasi budaya di Kabupaten Bintan dan Kepulauan
Riau.