Toapaya Asri, Bintan — Setelah melalui proses panjang, evaluatif, dan penuh kerja
kolaboratif, Perpustakaan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau akhirnya
berhasil meraih Akreditasi A dari Perpustakaan Nasional Republik
Indonesia. Sertifikat akreditasi bernomor AKR.03.01/1793/2025 ini secara
resmi ditetapkan pada 14 Juli 2025, dan berlaku selama lima tahun ke
depan.
Namun, capaian ini bukanlah sekadar
hasil satu malam. Ia merupakan puncak dari proses panjang yang penuh dedikasi.
Dimulai dari kegiatan benchmarking ke Universitas Maritim Raja Ali Haji
pada Oktober 2024, tim perpustakaan belajar langsung dari institusi lain yang
telah lebih dulu memenuhi standar nasional. Selanjutnya, pada November 2024,
perpustakaan menggelar simulasi akreditasi yang melibatkan lintas bagian
kampus dan mitra eksternal dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi
Kepulauan Riau.
Tahap penting lainnya adalah visitasi
akreditasi oleh tim asesor Perpusnas RI pada 25–27 Juni 2025, di mana
kesiapan seluruh komponen perpustakaan diuji. Mulai dari koleksi, layanan, SDM,
sarana-prasarana, hingga tata kelola berbasis teknologi informasi.
Plt. Kepala Perpustakaan, Firdya Devanti Yasmine, S.Sos., menyatakan
rasa syukur atas pencapaian ini:
“Alhamdulillah, sertifikat re-akreditasi perpustakaan kita telah terbit dan
mendapatkan predikat A. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung
dan melancarkan proses re-akreditasi ini.”
Predikat Akreditasi A menjadi
validasi atas kesesuaian perpustakaan dengan Standar Nasional Perpustakaan,
sekaligus dorongan moral untuk terus berkembang. Ke depannya, perpustakaan
STAIN SAR Kepri menargetkan penguatan transformasi digital, penambahan koleksi
berbasis riset lokal, serta integrasi layanan perpustakaan dengan sistem
pembelajaran berbasis teknologi.
Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag.,
memberikan apresiasi tinggi:
“Kami sangat bangga atas capaian ini. Akreditasi A merupakan pengakuan atas
kualitas layanan perpustakaan yang telah dirintis dan dijalankan secara
profesional dan terstandar.”
Dengan pencapaian ini, STAIN SAR
Kepri kembali menegaskan peran pentingnya dalam peta pendidikan tinggi Islam di
Kepulauan Riau—bukan hanya sebagai institusi akademik, tapi juga sebagai motor
literasi dan transformasi pengetahuan.