Mahasiswa pada mata kuliah Metode Pentashihan Al-Qur’an
mendapatkan pengalaman belajar langsung mengenai membaca dan menulis Al-Qur’an
Braille dalam kegiatan perkuliahan yang diampu oleh Devi Nirmayuni, M.Ag.
Kegiatan ini menghadirkan Hari Marianto, S.Hum, petugas sirkulasi perpustakaan yang merupakan penyandang disabilitas tunanetra, sebagai pendamping praktik pembelajaran Braille. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada dasar-dasar huruf Braille, teknik membaca Al-Qur’an Braille, hingga praktik menulis menggunakan alat tulis khusus Braille.

.jpeg)
Selain praktik langsung, Devi Nirmayuni juga menjelaskan mengenai Braille Alphabet sebagai pengenalan dasar huruf Braille kepada mahasiswa. Penjelasan tersebut membantu mahasiswa memahami pola titik dan susunan huruf yang digunakan dalam sistem tulisan Braille.

.jpeg)
Suasana pembelajaran berlangsung interaktif dengan
antusiasme mahasiswa yang mencoba langsung proses membaca dan menulis huruf
Braille. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori
perkuliahan, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya akses
literasi Al-Qur’an bagi penyandang tunanetra.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran
aplikatif yang mendorong mahasiswa untuk lebih memahami nilai aksesibilitas dan
kepedulian dalam layanan pendidikan keagamaan.