DIKLAT PELESTARIAN FISIK BP 2021: Perbaikan Bahan Perpustakaan

image

Diklat Pelestarian Fisik Bahan Perpustakaan Angkatan 1 Tahun 2021, pada hari ke enam materi yang disampaikan "Perbaikan Fisik Bahan Perpustakaan Tercetak, Tertulis dan Naskah Kuno " yang disampaikan oleh Ibu Leni Sudiarti, Kamis (27/05/21).

Materi berkenaan dengan Perbaikan Bahan Perpustakaan yang disampaikan apa yang mesti kita lakukan bila ada koleksi kita yang rusak? jawabannya pasti Perbaikan!. 

Untuk melakukan perbaikan terhadap koleksi yang rusak tidak semudah kita bayangkan, karena bila salah peanganan koleksi yang kita perbaiki bukan malah jadi baik namun sebaliknya. Kok Bisa? ya bisa lah bila salah penanganan, ibarat lagi sakit perut yang diminum obat sakit gigi.

Baik kita kembali kemasalah Perbaikan Bahan Perpustakaan. Dalam dunia perpustakaan ada yang namanya Preservasi, kemudian ada Konservasi, Alih media, ada Preventif, Kuratif, ada pemeliharaan, perawatan, ada Deasidifikasi, mending, lining, aminasi, enkapsulasi, dts.

Semua yang disebut diatas adalah langkah atau tidandakan yang bisa diambil dalam perbaikan bahan perpustakaan yang rusak.

Tujuan dari perbaikan bahan perpustakaan (tercetak dan tertulis) diantaranya, 1). Menyelamatkan bahan perpustakaan dari kerusakan, 2). meningkatkan umur bahan perpustakaan, 3). Meningkatkan nilai guna bahan perpustakaan, 4). Mengusahakan agar bahan perpustakaan selalu tersedia dan siap pakai.

Ibu Leni Sudiarti (Pemateri) menjelaskan setidaknya ada 3 fase yang dilakukan terhadap penanganan koleksi rusak.

  1. Pra Perbaikan
  2. Perbaikan
  3. Pasca Perbaikan

Apa yang dilakukan pada tiap fase tersebut, bisa dilihat pada bahan tayang Diklat Pelestarian Fisik Bahan Perpustakaan Angkatan 1 Tahun 2021, selain itu bisa juga dilihat pada modul diklat.

Untuk pelaksanan diklat pada hari keenam kembali mengalami kendala pada aplikasi Video Confrence Big Blue Button, sama seperti pertemuan ke lima, yaitu terjadi putus kontak dengan pemateri, materi yang di tayang tidak bisa muncul, macet (Beda tampil antara pemateri dengan peserta diklat), suara pemateri hilang dari pendengaran peserta, hal tersebut membuat sesi tatap muka menjadi terganggu.

Selain itu pada sesi pengerjaan tugas Eldika kembali trouble tidak bisa diakses, masalah tersebut adalah masalah teknis tidak yang sewaktu-waktu terjadi itulah kendala yang sedang kita hadapi dan diharapkan lain waktu masalah teknis ini bisa teratasi. Karena semua aktifitas diklat diakses melalui laman Eldika, mulai dari absen, unggah modul, bahan tayang, Diskusi, kirim tugas mandiri, evaluasi pengajar, tes formatif dan lainnya.