2019 Perpustakaan STAIN Kepri Siapkan Layanan Peminjaman Mandiri

image

BINTAN -- Perpustakaan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau terus melakukan inovasi dalam bidang layanan kepada pemustaka, di tahun 2019 ini perpustakaan akan menambah beberapa modul layanan. Ada pun modul yang akan ditambah antaranya adalah Peminjaman Mandiri, Check Loan, Aktivitas Staf Perhari,  Surat Bebas Pustaka dan Cetak Barcode Eksemplar.

Sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 13 tahun 2017 Perpustakaan Perguruan Tinggi memiliki 5 tujuan salah satunya Mendayagunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam hal memberi layanan kepada pemustaka. Bila tahun 2018 perpustakaan memberi layanan perpanjang mandiri. Maka tahun ini peminjaman mandiri.

Dengan adanya layanan berbasis mandiri ini pemustaka melayani diri sendiri, bila mau pinjam koleksi tinggal bawa koleksi ke PC/ Laptop yang disediakan scan barcode KTA/ muatkan ID Anggota masukan password lalu scan barcode/ nomor barcode koleksi klik selesai print resi transaksi keluar dari menu layanan. Dengan adanya layanan ini pemustaka tinggal pilih mau pinjam lewat petugas atau melakukan sendiri.

Hal tersebut bisa mengatasi antri pada bagian sirkulasi, bila memungkinkan akan disiapkan dua atau tiga PC/Laptop. Sebenarnya di Perpustakaan lain sudah menerapkan hal yang sama malah didukung oleh perangkat lebih baik seperti cukup menimbangkan koleksi, menggunakan layar sentuh dan sebagainya, kedepan kita bakalan seperti itu.

Dan juga modul yang lain check loan itu laman khusus untuk petugas untuk mengecek koleksi yang dipinjam, jadi petugas cukup menscan barcode koleksinya saja maka akan keluar setatus peminjam. Bila pintu KTA sudah dilengkapi dengan alat pendeteksi maka cheak loan tidak perlu digunakan, karena bila koleksi keluar dari ruangan tanpa melakukan proses peminjaman maka Alarm akan berbunyi, kedepan akan demikian.

Aktifitas staf perhari ini untuk mengecek pengguna sistem sebagai pengontrol aktifitas dan dapat digunakan sebagai media pelaporan, karena lebih rinci dan bisa diprint perbidang.

Modul surat bebas pustaka merupakan laman yang digunakan oleh bagian administrasi dalam hal penerbitan surat bebas pustaka. Tahun sebelumnya surat bebas pustaka dilayani dengan cara mengetik Nama, ID Anggota, prodi dan strusnya, dengan adanya menu ini cukup memuatkan ID Anggota tinggal print. Jadi waktu yang tadi 30 menit sekarang kurang 1 menit surat jadi dengan catatan jaringan lancar, karena basisnya aplikasi online.

Barcode yang kita pasang merupakan barcode tambahan yang aslinya antara nomor punggung dan barcode itu terpisah, bila print harus dua kali begitu juga pemasangan lebel tersebut pada koleksi jadi tidak efektif. Dengan adanya barcode yang menyatu dengan nomor punggung akan lebih menghemat waktu dalam mengerjakan pemberian identitas koleksi.

Intinya dari kesemua modul tersebut untuk mempersingkat waktu baik itu pengguna/pemustaka, bidang layanan pengguna, administrasi maupun bidang teknis dan pengembangan. Memang tidak dipungkiri  permasalahan terus bermunculan dikala aktivitas berlangsung, tapi kita akan terus menacri solusi. Mudah-mudahan apa yang direncanakan berjalan dengan baik, saat ini dalam proses pengembangan mudah-mudahan semester baru nanti bisa diterapkan.

Selain itu yang harus disiapkan adalah SOP layanan terkait penggunaannya, dengan demikian layanan yang diterpkan nanti akan berjalan dengan baik.

Kami dari perpustakaan mengucapakan terimakasih atas sumbang saran, dukungan dan lainnya dari semua pihak dalam hal memajukan perpustakaan.

Perpustakaan akan dikenal masyarakat luas bila kita terus-menerus melakukan perubahan dan memperkenalkan diri. "Orang lain tidak akan mengenali anda, bila anda sendiri tidak memperkenalkan diri".


https://www.youtube.com/watch?time_continue=23&v=2x7ayL_oJLo