Dra. Hj. Suryatati A. Manan;
-;
(Yayasan Panggung Melayu,
2008)
Saya tak pernah menangis ketika membaca puisi, tapi ketika membaca puisi “Hajat Terkabul” saya menitikkan airmata. Biasanya saat baca novel saja saya bisa menangis. Tangisan pertama saya saat baca karya sastra dimulai dengan novel Hamka, “Di Bawah Lindungan Ka’bah”, saat saya masih SMP. Kemudian “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk”, masih dari Hamka, dalam waktu yang tak berselang lama dari pembacaan pertama, mungkin SMA. Waktu mahasiswa, saya menitikkan airmata di satu bagian saat membaca Supernova, Dewi Lestari. Ah, lupakan sejenak peristiwa sentimentil ini. Yang jelas di sampul belakang buku ada endorsemen dari DR. Ing. H. Fauzi Bowo, Taufik Ismail, Maman S. Mahayana, dan Tommy F. Awuy.
| No Panggil | No Barcode | Ketersediaan |
|---|---|---|
| - | - | Tersedia |